Sinopsis, sejarah Tari Palegongan Kuntul, Jobog, Semarandana, Palayon dan masih banyak lagi

Minggu, 11 November 2012

1.    Legong Lasem (Kraton) :
 Tari ini dikembangkan di Peliatan. Tarian yang baku ditarikan oleh dua orang Legong dan seorang condong. Condong tampil pertama kali, lalu menyusul dua Legong yang menarikan Legong lasem. Repertoar dengan tiga penari dikenal sebagai Legong Kraton. Cerita tari Legong diambil dari gambuh (drama tari yang mengambil tema dari Malat, sastra klasik yang menceritakan tentang perjanjian Panji, pahlawan Jawa). Legong Lasem mengisahkan kegemulaian Putri Rangesari.

2.    Legong Kuntul :
Legong ini menceritakan beberapa ekor burung bangau putih ( kuntul ) yang asyik bercengkrama dan melakukan kebiasaannya sehari- hari dalam mencari makan, terbang, dan bermain bersama. Legong Kuntul termasuk dalam jenis Legong non dramatik yang menggambarkan keanggunan burung bangau di tengah sawah. Tarian ini biasanya dibawakan oleh 4-8 penari. Melodi dan gerakan yang sangat khas memperindah tarian yang sangat klasik ini.

3.    Legong Kuntir :           
Di sini diungkap pertarungan antara dua kera bersaudara Subali dan Sugriwa memperebutkan Dewi Tara dalam kisah Ramayana. Kuntir – mengisahkan pertarungan dua kakak-beradik memperebutkan seorang perempuan jelita. Terjadi pertengkaran akibat salah pengertian yang kemudian memuncak menjadi suatu pertempuran sengit. Sugriwa kalah dan Dewi Tara diambil Subali, dalam kesedihan Sugriwa mengutus Hanuman untuk meminta bantuan Sang Rama. Akhirnya atas bantuan Sang Rama, Subali berhasil dikalahkan dan Sugriwa mendapatkan kembali Dewi Tara.
4.    Legong Jobog :           
Kisah yang diambil adalah dari cuplikan Ramayana, tentang persaingan dua bersaudara Sugriwa dan Subali (Kuntir dan Jobog) yang memperebutkan ajimat dari ayahnya. Karena ajimat itu dibuang ke danau ajaib, keduanya bertarung hingga masuk ke dalam danau. Tanpa disadari, keduanya beralih menjadi kera, dan pertempuran tidak ada hasilnya. Jobog mengisahkan Subali dan Sugriwa yang memperebutkan Cupu manic Astagina. Kostum Jobog didominasi warna pink tua.
5.    Legong Legod Bawa :           
Tari ini mengambil kisah persaingan Dewa Brahma dan Dewa Wisnu tatkala mencari rahasia lingga Dewa Syiwa. Legod Bawa mengisahkan Dewa Wisnu dan Dewa Indra beradu kekuartan dengan Dewa Siwa. Tarian ini menggunakan topeng beruang dan garuda.
6.    Legong Pelayon :        
Tarian ini merupakan legong yang memiliki cerita abstrak atau tidak memiliki cerita khusus didalamnya. Tari legong pelayon merupakan tarian klasik.
7.            Legong Semaradhana :
Mengisahkan Dewa Siwa yang tengah melakukan yoga Samadhi dengan tekun di Gunung Mahameru. Ia tak acuh terhadap segala suatu  yang menarik atau memikat panca indra, bahkan terhadap kecantikan permaisurinya Dewi Uma. Pada saat itu surga sedang terancam oleh Nilaludraka, seorang raksasa yang menjadi raja di Senapura. Para dewa tidak berdaya menghadapinya, bahkan Brahma dan Wisnu merasa cemas seolah- olah kehilangan kekuasaanya. Hanya Siwa dapat mengganggunya. Wrhaspati sebagai penasehat para dewa , mengusulkan agar Karma mengorbakan hati Siwa dengan rasa asmara terhadap Uma.
Karma menceritakan rencana para dewa kepada Ratih istrinya . Ratih sudah merasakan firasat- firasat yang tidak baik dan tidak percaya dengan kejujuran Indra dan para dewa , tapi Kama berusaha menghiburnya . kama mendekati Siwa yang sedang beryoga. Dengan berbagai senjata yang diarahkan kepada Siwa, Kama berusaha membangunkan Siwa dari semadinya, tetapi Siwa tetap tidak terganggu  Akhirnya kama menggunakan roh musim semi dan senjata Pancawisaya yang mampu menyentuh dan mengorbankan panca Indra,panah ini menembus hati Siwa. Siwa terbangun , sesaat sebelumnya teringat akan kecantikan Uma. Melihat Kama berdiri didepannya Siwa marah dan dengan wujud triwikrama membakar Kama hingga musnah.
Ratih sangat sedih atas terbakaranya kama. Ketika ia melihat api yang membakar Kama masih berkobar, ia melemparkan dirinya kedalam api hingga musnah, sebagai kesetiaanya kepada Kama. Atas permohonanpara dewa , Siwa setuju menghidupkan kembali Kama dan Ratih, tapi dalam bentuk tersembunyi dan lepas dari sifat kebendaan.
8.         Legong Kupu-kupu Tarum :      
Menggambarkan kupu- kupu berwarna biru tua( tarum ) yang sedang terbang dan hinggap dari satu bunga ke bunga lainnya. Tarian ini merupakan tarian putri massal yang diciptakan oleh I Wayan Beratha pada tahun 1960-an.















0 komentar:

Poskan Komentar