Makna Tari Rejang Dewa

Rabu, 22 Mei 2013

Makna Tari Rejang Dewa
Sebagian besar seni tari yang ada di daerah Bali tidak hanya berfungsi sebagai seni semata, tetapi juga merupakan tarian upacara yang ditujukan untuk para dewa. Sehingga tidak heran jika seni tari di daerah Bali lebih banyak dilakukan di Pura, termasuk diantaranya adalah tari Rejang Dewa.
Tari Rejang Dewa merupakan Tari yang digunakan untuk menyambut kehadiran Hyang Widhi Wasa dan para dewata kahyangan ketika turun ke bumi. Seperti Tari sacral lainnya, tari Rejang Dewa juga tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. Para warga Bali hanya melakukan tarian di Pura, area yang dianggap paling suci.
Walaupun dinamakan dengan sebutan dewa yang biasanya identik dengan sosok laki-laki. Namun pada kenyataannya tari Rejang Dewa dibawakan oleh penari putrid. Tarian ini biasanya dibawakan secara berkelompok atau massal. Gerakan yang ada pada tarian ini juga sangat sederhana, bahkan terkesan polos. Walaupun hanya terdiri dari gerakan yang sederhana, namun makna yang terkandung dalam tarian ini tidaklah sesederhana itu.
Gerakan  sederhana yang ada pada tarian Rejang Dewa biasanya dibawakan dengan rasa penuh pengabdian kepada para dewa dan penuh rasa kehadirat Sang Maha Agung.
Tari Rejang Dewa biasanya ditampilkan ketika pura mengadakan acara-acara keagamaan atau ritual tertentu lainnya. Penari yang membawakan tari Rejang Dewa biasanya menggunakan pakaian upacara, yang biasanya didominasi oleh warna putih dan kuning.
Dalam membawakan tari Rejang Dewa, para penari biasanya membuat lingkaran di halaman pura atau pelinggih. Terkadang penarinya membawakan tarian ini sambil berpegangan tangan. Sebagai tarian menyambut dewa, selain harus dilakukan ditempat suciseperti pura, tapi juga memiliki persyaratan lainnya. Misalnya sang penari haruslah gadis yang masih perawan. Oleh karena itulah kebanyakan penari yang membawakan tarian ini masih dudukdi bangku sekolah dasar.

0 komentar:

Poskan Komentar