Tips Menggunakan Internet @wifiid Sekolah

Jumat, 10 Mei 2013
Internet Gratis Dengan Wifi Id

Internet Gratis Dengan Wifi Id

Om Swastiastu, selamat pagi . internet yang menyediakan banyak ilmu di dalamnya, membuat perusahaan terbesar telekomunikasi Indonesia PT. Telkom Nusantara Super Highway, menyediakan titik akses 500 ribu akses poin wifi atau internet nikrabel yang akan di bangun di seluruh penjuru tanah air. Tidak tanggung-tanggung dana yang dikeluarkan mencapai Rp 150 triliun untuk pembangunan jaringan serat optik sepanjang 47.099 km. Telkom juga mengalokasikan dana Rp 21,198 triliun untuk membangun infrastruktur broadband home pass dengan kecepatan 20 Mbps hingga 100 Mbps.

Sebanyak 200 titik internet gratis dengan wifi id sudah di bangun di beberapa daerah yaitu Palembang, Jakarta, dan Makasar. Yang di jelaskan oleh Deputy EGM DBS Telkom Achmad Sugiarto, kepada detikINET. Di kasus yang telah admin coba di kampus. Wifi id mempunyai 2 buah pilihan, yaitu free@wifi.id, dan juga @wifi.id. Yang membedakan di antara  kedua ini adalah kecepatan dan cara mendapatkannya. Di free@wifi.id kita bisa langsung manjelajahi internet. Berikut beberapa perbedaannya.
ada 5 kategori di wifi id yaitu :
1. Flashzone-seamless
   2. Flash Zone
   3. @wifi.id
   4. Flexi Zone
   5. free@wifi.id

Internet Gratis Dengan Wifi Id

Jika sahabat mendapati yang kelima itu, itu adalah wifi id. Untuk mendapatkan yang free, disini kita memilih yang nomor 5 tepatnya yang free@wifi.id akan tetapi kecepatan yang diberikan di free@wifi.id terbatas maksimal 1 Mbps dan menurut situs resminya di setiap 20 menit sejak kita connect di wifinya, kita koneksi kita akan di putus dan jika ingin browsing kembali kita harus kembali connect ke free@wifi.id. Bagi yang ingin browsing dengan semua yang di list diatas harus memiliki kartu telkomsel, flexi dan pelanggan speedy.

Makalah Tari Telek Khas Jumpai, Bali

Selasa, 07 Mei 2013

                                                   BAB 1
                                                Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
           Bali adalah sebuah pulau di Indonesia , sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak diantara pulau jawa dan pulau lombok. Ibukota provinsinya iyalah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau, tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di kabupaten Gianyar , sedangkan Kuta , Sanur , Seminyak , Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata. Di dunia , Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni budayanya, dan Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata
Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan , dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkanpun memiliki keunikan , misalnya gamelan jegog , gong gede, gamelan gambang, gambelan serunding, dam gamelan semar pegulingan. Ada pula musik angklung dimainakan untuk upacara ngaben serta musik bebonangan dimainkan dalam upacara lainnya.
Seni tari Bali pada umumnya dikatagorikan menjadi 3 kelompok yaitu , Wali (seni pertunjukan sakral), Bebali (seni pertunjukan untuk upacara), dan Balih-balihan (seni tari untuk hiburan pengunjung). Tari Wali  contohnya SangHyang Dedari , tari Bebali contohnya tari Topeng, tari Balih-balihan contohnya Tari Legong.
Berdasarkan hal tersebut maka perlu dicermati lebih dalam tentang bagaiamanakah eksistensi kesenian tari telek itu sendiri pada masyarakat Bali yang merupakan bentuk warisan budaya bangsa dalam menunjukkan karaktertistik masyarakat Bali pada khusunya.
Kurangnya pengetahuam siswa tentang sejarah tari di Bali meski tari Bali sudah dilestarikan tapi masih perlu adanya pengetahuan tentang sejarah tari telek. Dalam menyusun laporan ini , saya sangat berterimakasih kepada berbagai sumber informasi dan data yang telah saya gunakan baik secara langsung maupun tidak langsung
Semoga laporan sederhana ini dapat memenuhi syarat sebagai tugas dalam bidang kesenian serta dapat berguna sebagai pengetahuam dan dapat memeberika dukungan terhadap kelestarian kebudayaan terutama pelestarian tari telek.
1.2 Rumusan Masalah
1.      bagaimana cara melestarikan tari telek pada zaman modern saat ini
2.      bagaimana sejarah teri telek
3.      apa fungsi tari telek
4.      apa saja musik iringan tari telek
5.      apa saja ragam gerak tari telek

1.3    Tujuan Penulisan
           Memperkenalkan tari Bali , terutama Tari Telek, Memberikan informasi tentang Tari Telek, untuk meningkatkan pemahaman pembaca tentang Tari Telek , untuk melestarikan tari tradisional Tari Telek yang diharapkan memberi manfaat kepada semua pihak khususnya kepada siswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan kesenian yang berada di Bali. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah diharapkan dapat dijadikan acuan di dalam menghadapi ujian masuk perguruan tiggi negeri , khususnya bagi para siswa yang ingin mengikuti perguruan tinggi negeri











        BAB 2
Pembahasan
2.1 Sejarah Tari
Pada suatu hari , I Sweca alias Nang Turun menemukan kayu terdampar (kampih) di pantai sudah
berbentuk calonan (sebuah kayu yang belum berwujud) Rangda. Sambil membawa pahat dan temutik (pisau paraut kayu), Nang Turun membawa kayu tersebut sambil menggembala sapi. Ketika itu cuacasangat panas dan ia pn berteduh di Pura Dalem Kekeran. Semasih ia sadar, ia mendengar suara “tempe kai” (tirulah aku) dan datang suatu bayangan berwujud rangda. Dengan segera ia meniru bayangan tersebut, baru selesai wajahnya dan belum bertelinga, bayangan Rangda itu sudah menghilang, sehingga perwujudan rangda sampai sekarang tidak ada telinganya. Oleh karena tapel tersebut dianggap terlalu besar setelah selesai dibuat oleh Nang Turun dan memiliki kekuatan magis yang terlalu besar (misalnya saat dipentaskan/mesolah aura magis dari tapel tersebut menimbulkan pagar – pagar rumah masyarakat di sekitar tempat pementasan roboh), atas petunjuk seorang yang kesurupan dbuatlah tapel yang baru dengan meminta ijin pada penunggu pohon Pole ke setra Akah dan membawa sesajen.
            Namun, sebelum itu, pada suatu masa di Desa Jumpai mengalami wabah penyakit hingga rakyat yang berjumlah 800 orang tinggal 300 orang. Karena banyak yang mati dan ada pula yang meninggalkan desa mengungsi ke Badung, Seseh, dan Semawang, dan banjar menjadi menciut dari 5 banjar menjadi 2 banjar. Saat itu masyarakat Desa Jumpai menganggap kejasian tersebut diakibatkan oleh daya magis yang ditimbulkan oleh Rangda, Barong, dan Telek yang setiap mesolah menggunakan tapel yang dibuat oleh Nang Turun dari kayu yang ditemukan di tepi pantai. Kemudian, oleh masyarakat Desa Jumpai tapel-tapel tersebut dihanyutkan kembali ke pantai. Akan tetapi, tapel-tapel tersebut datang kembali diusunh oleh makhluk halus (gamang) ditempatkan dipinggir pantai lagi. Berselang beberapa hari, tapel-tapel tersebut ditemukan oleh sekelompok masyarakat Desa Jumpai di pinggir pantai. Selanjutnya, maskyarakat Desa Jumpai meyakini bahwa tapel-tapel tersebut memang untuk Desa Jumpai dan masyarakat di Pura Dalem Penyimpenan (sampai sekarang).
            Oleh karena tapel tersebut terlalu besar daya magisnya, maka atas kesepakatan tetua-tetua di desa Jumpai, dibuatkanlah tapel baru lagi dengan fungsi yang sama, yaitu menghindari Desa Jumpai Dari wabah penyakit. Adapun yang membuat tapel-tapel tersebut (Barong, Rangda, dan Telek) bernama Kaki Patik bersama Tjokorda Puri Satria Kanginan. Upacara pamlaspas dipimpin oleh Ida Pedande Gde Griya Batu Aji yang berasal dari Pura Satria dan diselenggarakan di Desa Akah. Pada saat itu pula, selesai dibuat tapel Barong, Rangde dan Telek secara bersama untuk di Desa Akah dan untuk di Desa Muncan dengan warna tapel yang berbeda beda (Desa Akah warna tapelnya putih, Desa Muncan berwarna hitam, dan Desa jumpai berwarna merah), shingga kini Bhatara Gde di desa Akah dan di Desa Jumpai dianggap masemeton (bersaudara)
            Seperti yang diuraikan diatas, maka jelaslah proses terjadinya Telek. Akan tetapi, dalam penjelasan tersebut tidak dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi. Demikian pula dengan halnya mula pertama timbulnya Tari Telek anak-anak Desa Jumpai yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Informasi yang dapat dikumpulkan selama penelitian, bahwa Tari Telek anak-anak di Desa Jumpai sudah ada begitu saja atau sudah diwarisi secara turun temurun. Tetapi, informaso yang diinginkan adalah sedapat mungkin diperoleh data menyangkut perkembangan tarian ini.
            I Wayan marpa ,engatakan, bahwa Tari Telek anak-anak di Desa Jumpai diperkirakan mulai berkembang sekitar tahun 1935 hingga sekarang. Tarian ini dipentaskan 15 hari sekali, yaitu setiap rahinan Kajeng kliwon, dan setiap ada upacara piodalan di pura yang ada dilingkungan Desa Jumpai. Tari Telek ini biasanya ditarikan 4 orang penari dan penarinya boleh laki-laki ataupun perempuan, yang terpenting masih anak-anak. Jenis tari wali ini merupakan warisan leluhur yang pantang untuk tidak dipentaskan dilingkungan setempat. Warga setempat meyakini pementasab Telek sebagai sarana untuk memohon keselamatan dunia, khususnya di wilayah desa adat setempat. Jika Tari Telek tidak dipentaskan oleh masyarakat setempat, dipercaya akan dapat mengundang datangnya merana (hama penyakit pada tumbuhan dan ternak), sasab(wabah penyakit pada manusia), serta marabahaya lainnya yang dapat mengacaukan keharmonisan dunia. Untuk menghindari bencana yang menimpa desa tersebut, maka dengan kesepakatan masyarakat Desa Jumpai diadakanlah pementasan Tari Telek anak-anak dengan Barong Ket yang merupakan susuhunan Desa Jumpai. Sejak itu kematian semakin berkuarang.
            Pementasan Telek di Desa Jumpai sempat terputus beberapa tahun sebelum Gunung Agung meletus hingga tragedi G-30-S/PKI pecah.dua tragedi besar itu sempat menghancurkan kedamaian masyarakat di seluruh Bali. Guna mengembalikan kedamaian tersebut, para tetua di Desa Jumpai sepakat menggelar serangkaian upacara tolak bala, salah satunya menghidupkan kembali kesenian Telek yang mereka yakini sebagai sarana memohon keselamatan dunia-akhirat. Desa Jumpai sekarang, terbagi menjadi 2 banjar, yaitu Banjar Kangin dan Banjar Kawan. Dua banjar tersebut secara bergiliran mementaskan Tari Telek, namun di masing-masing banjar memiliki tapel Telek dan penari Telek. Seriap kali Telek dipentaskan, seluruh warga dipastikan mennyaksikan sekaligus memohon keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi.
            Tari Telek ini dibawakan oleh 4 oenari yang boleh ditarikan oleh laki-laki maupun perempuan yang masih berusia anak-anak sampai memasuki masa Truna Bunga (akil balik kira-kira berusia 6 tahun sampai 12 tahun). Keempat penari itu memakai topeng berwarna putih dengan karakter wajah yang lembut dan tampan serta diiringi Tabuh Bebarongan. Baik di Banjar Kangin maupun Banjar Kawan, tarian ini tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa dirangkaikanndengan Tari Jauk, Tari Topeng Penamprat, Bhatara Gde(barong), Rarung dan Bhatara Lingsir (Rangda). Seluruh unsur tarian itu berpadu membangun satu kesatuan cerita yang utuh dengan durasi sekitar dua jam. Akhir pertunjukan diwarnai dengan atraksi narat/ngunying yaitu menusukkan keris ke dada yang bersangkutan maupun ke dada Bhatara Lingsir.
Adapun cerita yang dipergunakan dalam pertunjukan ini, sebagai berikut.
            Diceritakan bahwa Bhatari Giri Putri turun ke bumi untuk mencari air susu lembu, untuk suaminnya, Bhatara Siwa yang berpura-pura sakit. Bhatara Siwa ingin menguji keteguhan hati istrinya. Di bumi Bhatara Giri Putri bertemu dengan seorang pengembala lembu yang sedang memerah susu, lalu beliau mendekatinya dan meminta air susu lembunya untuk obat suaminya si pengembala akan memberinya apabila Bhatara Giri Putri mau membalas cinta asmaranya dan Bhatara Giri Putri menyetujuinya. Sebenarnya si pengembala tersebut adalah Bhatara Siwa sendiri yang ingin menguji kesetiaan istrinya.
            Setelah air susu lembu diperolehnya, lalu dihaturkan kepada Bhatara Siwa, tetapi Bhatara Siwa ingin menguji air susu tersebut dengan memasang nujumnya yang dilakukan oleh Bhatara Gana. Ternyata air susu tersebut didapat dengan jalan mengorbankan dirinya (berbuat serong). Seketika itu juga Bhatara siwa marah dan membakar lontar nujunya. Bhatara Siwa lalu mengutuknya mejadi Durga dan tinggal sebagai penghuni kuburan yang bernama Setra Ganda Mayu dengan hambanya yang bernama Kalika.
            Sang Hyang Kumara yang masih kecil ditinggalkam oleh ibunya, Bhatara Giri Putri, menangis kehausan. Bhatar Siwa lalu mengutus Sang Hyang Tiga untuk mencari ibunya ke bumi. Pertama, turunlah Sang Hyang Wisnu dengan berubah menjadi Telek menyebar ke empat penjuru, tetapi tidak menemukannya. Terakhir, turunlah Sang Hyang Iswara yang berbentuk Banspati Raja (Barong). Karena dekat dengan Setra Ganda Mayu, maka beliau melihat Kalika sedang bersemedi. Kemudian Kalika dikoyak-koyak maka timbul marahnya, dan terjadilah perang antara Kalika dengan Barong (Bhatara Iswara). Akhirnya kalika kalah, lari menuju Bhatara Durga untuk melaporkannya. Pada saat itu Durga berbentuk Rangda dan kemenangan ada pada Raangda. Demikianlah perkembangan Tari Telek pada anak-anak di Desa Jumpai, serta cerita yang dipakai dalam pementasannya di Desa tersebut dan cerita tersebut masih dipergunakan sampai sekarang.
Tari Jauk ini menggambarkan raja atau pemimmpin yang sangat angkuh dan sombong seperti raksasa bermahkotakan raja, gerak geriknya cenderung kasar dan tidak menghiraukan sopan santun.
Tari Jauk dibedakan menjadi dua yaitu :
1.      Jauk Keras, seperti namanya, gerakannya pun lebih bringas. Dimana gerakannya lebih energik dan gamelan gongnya pun cepat, biasanya mempunyai gerakan standar sendiri. Topeng yang dipakai adalah topeng yang berwarna merah, dimana menggambarkan keberingasan sang Raksasa. Topeng yang dipakai seperti ini. Jadi merah, ada kumis dan mata melotot tajam, menggambarkan keberingasan.
2.      Jauk Manis, jauk ini seperti namanya, mempunyai gerakaan yang lebih berwibawa. Aslinya Jauk Manis ini pakaiannya sama denga Jauk Keras tetapi bedanya ada di topengnya dimana Topengnya berwarna putih dan kelihatan lebih berwibawa. Karena Jauk Manis ini lebih fleksibel dari Jauk Keras, para seniman tari di Bali akhirnya mengimprovisasi dan membentuk tarian Jauk yang berbeda. Misalnya topeng tua, tari ini termasuk tari topeng jauk. Dimana menggambarkan orang tua. Jadi gerakannya pun mirip seperti orang tua, itulah keunggulan jauk manis yaitu topengnya lebih lembut dari Jauk Keras.


2.2 Perkembangan Tari
         
Perkembangan tari telek pada saat ini masih menunjukkan eksistensinya khususnya di daerah jumpai , walaupun di daerah lain di Bali tidak banyak yang mengetahui tentang tari telek. Tari telek masih mengalami eksistensi yang baik di daerahnya, Ini disebabkan tari telek adalah tarian sakral daerah desa jumpai yang terkenal dengan mistisnya dan harus dipentaskan setiap hai rahinn kajeng kliwon, maka dari itu tarian ini masih tetap ada hingga saat ini, walaupun tidak banyak yang mengetahui
 Tarian  ini tidak diketahui kapan munculnya, tarian ini ditarikan oleh anak-anak, tarian ini setiap dipentaskan selalu disandingkan dengan rangda atau barong. Karena dipercaya menolak bala sampai saat ini desa jumpai rutin mementaskan tarian tersebut. Bagi warga khususnya warga Bali yang tidak mengetahui tentang tari telek, semoga dengan laporan ini bisa memberi atau menambah wawasan nya mengenai tarian sakral yang ada di bali seperti contohnya tari telek.

2.3 Fungsi tari
Tari telek merupakan salah satu tari wali atau tari sakral. Tarian ini biasa ditarikan setiap hari rahinan kejng kliwon khususnya hanya di Desa jumpai, tarian ini mengandung aura mistis yang sangat kuat yang juga diyakini atau dipercaya oleh warga setempat sebagai penolak bala dan jika tidak dipentaskan secara rutin akan menimbulkan bencana atau menyebabkan keadaan sekitar menjadi kacau dan bisa juga menjadi penyebab datangnya wabah penyakit.
Tarian ini juga sekaligus sebagai tari hiburan karena setiap tarian ini dipentaskan, dipastikan seluruh warga desa jumpai akan menyaksikan tarian ini, setelah atau sebelum melakukan persmbahyangan.




2.4 Ragam gerak
Gerakan Tari Telek Jumpai dapat dikatakan tidak jauh berbeda dengan gerak-gerak Tari Telek pada umumnya ditempat lain. Akan tetapi terdapat salah satu gerak yang menunjukkan ciri khas dari Tari Telek di Desa Jumpai, yaitu gerakan yang berpusat pada kaki dengan disertai gerakan di lutut, tangan kanan ngembat dang tangan kiri ngepel kipas. Gerakan ini disebut gerakan kambing buang. Adapun gerakan Tari Telek di Desa Jumpai dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.      Agem, sikap berdiri sesuai dengan karakter yang dibawakan, dan dikenal dengan adanya agem kanan dan agem kiri. Agem kanan Tari Telek Anak-anak di Desa Jumpai adalah posisi tangan kanan sejajar mata ngepel kipas, sedanhkan tangan kiri sirang susu, pandangan ke depan, kaki tapak sirang renggang kira-kira du genggam tangan. Begitu pula sebaliknya dengan agem kiri.
2.      Nyalud, gerakan tangan kesamping bawah dengan posisi tangan ngemudra.
3.      Nyer segala arah, posisi tangan, satu sirang susu dan satu lagi ngembat.
4.      Aras-arasan, gerakan leher ke kanan dan ke kiri mulai dengan lambat kemudian cepat. Mearas-arasan menurut I Made Santa selaku koordinator Tari Telek ini adalah sama dengan pengipuk, yaitu ekspresi cinta yang siungkapkan melalui tarian atau gerak tari.
5.      Ngeliput, pegangan kipas diujung jari tangan (nyungsung) dengangerakan yang bernama utul-utul, yaitu pegekangan tangan diputar.

Drama Gong Khas Bali


Drama Gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal Drama Gong merupakan pencampuran dari unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali). Nama Drama Gong diberikan kepada kesenian ini oleh karena dalam pementasannya setiap gerak pemain serta peralihan suasana dramatik diiringi oleh gamelan Gong (Gong Kebyar). Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar). Diakui oleh penciptanya bahwa Drama Gong yang diciptakan dengan memadukan unsur-unsur drama tari tradisional Bali seperti Sendratari, Arja, Prembon dan Sandiwara dimaksudkan sebagai sebuah prembon (seni campuran) modern.

Unsur-unsur teater modern yang dikawinkan dalam Drama Gong antara lain :

    * tata dekorasi
    * penggunaan sound efect
    * akting
    * tata busana

Karena dominasi dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional Bali masih begitu kuat, maka semula Drama Gong disebut "drama klasik".

Adalah I Gusti Bagus Nyoman Panji yang kemudian memberikan nama baru (Drama Gong) kepada kesenian ini berdasarkan dua unsur baku (drama dan gamelan gong) dari kesenian ini. Patut dicatat bahwa sebelum munculnya Drama Gong di Bali telah ada Drama Janger, sebuah kesenian drama yang menjadi bagian dari pertunjukan tari Janger. Dalam banyak hal, drama Janger sangat mirip dengan Sandiwara atau Stambul yang ada dan populer sekitar tahun 1950.

Drama Gong adalah sebuah drama yang pada umumnya menampilkan lakon-lakon yang bersumber pada cerita-cerita romantis seperti cerita Panji (Malat), cerita Sampik Ingtai dan kisah sejenis lainnya termasuk yang berasal dari luar lingkungan budaya Bali. Dalam membawakan lakon ini, para pemain Drama Gong tidak menari melainkan berakting secara realistis dengan dialog-dialog verbal yang berbahasa Bali.

Para pemeran penting dari Drama Gong adalah:

    * Raja manis
    * Raja buduh
    * Putri manis
    * Putri buduh
    * Raja tua
    * Permaisuri
    * Dayang-dayang
    * Patih keras
    * Patih tua
    * Dua pasang punakawan

Para pemain mengenakan busana tradisional Bali, sesuai dengan tingkat status sosial dari peran yang dibawakan dan setiap gerak pemain, begitu pula perubahan suasana dramatik dalam lakon diiringi dengan perubahan irama gamelan Gong Kebyar. Masyarakat Bali mementaskan Drama Gong untuk keperluan yang kaitannya dengan upacara adat dan agama maupun kepentingan kegiatan sosial. Walaupun demikian, Drama Gong termasuk kesenian sekuler yang dapat dipentaskan di mana dan kapan saja sesuai dengan keperluan. Kesenian Drama Gong inilah yang memulai tradisi pertunjukan "berkarcis" di Bali karena sebelumnya pertunjukan kesenian bagi masyarakat setempat tidak pernah berbentuk komersial. Drama Gong mulai berkembang di Bali sekitar tahun 1967 dan puncak kejayaannya adalah tahun1970. Pada masa itu kesenian tradisional Bali seperti Arja, Topeng dan lain-lainnya ditinggalkan oleh penontonnya yang mulai kegandrungan Drama Gong. Panggung-panggung besar yang tadinya menjadi langganan Arja tiba-tiba diambil alih oleh Drama Gong. Namun semenjak pertengahan tahun 1980 kesenian ini mulai menurun popularitasnya, sekarang ini ada sekitar 6 buah sekaa Drama Gong yang masih aktif.

Sekaa - sekaa Drama Gong yang dimaksud antara lain adalah :

    * Drama Gong Bintang Bali Timur
    * Drama Gong Duta Budaya Bali
    * Drama Gong Dewan Kesenian
    * Drama Gong Dwipa Sancaya
    * dan lain-lain

Terakhir muncul Drama Gong Reformasi yang didukung oleh para bintang Drama Gong dari berbagai daerah di Bali.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman drama gong , sudah jarang kita jumpai ataupun jarang sekali di pentaskan, dan kalau pun di pentaskan itu jika ada PKB ( Pawai Kesenian Bali ).
Drama Gong yang merupakan salah satu asset seni budaya bali yang begitu indah,akan kah kini tergerus jaman di tinggalkan oleh penggermarnya, ini seharusnya menjadi kajian pemerintah agar menjadi pertimbangan untuk kembali membangkitkan dan memasyarakatkan kesenian drama gong yang merupakan salah satu asset kesenian bali.
Sekarang ini drama gong ibarat mati suri, gimana tidak drama gong yang kita tonton dalam seni pertujukan yang indah dan menghibur itu hanya dapat kita saksikan jika ada Pawai Kesenian Bali saja, setelah pesta kesenian bali usai, drama gong jarang sekali bahkan susah dan sulit dapat kita saksikan kembali kalaupun ada itu dapat di hitung dengan jari, berapa kali dan itupun hanya pemutaran video ataupun dokumentasi Pawai Kesenian Bali yang di tanyangkan ulang.
Milis rasanya kita sebagai penggemar Drama Gong yang mempunyai seniman-seniman handal namun kiprahnya kini tidak bisa seperti dahulu, kami tidak menyalahkan seniman ataupun pemerintah namun kesempatan untuk mereka berkarya sepertinya kalah dengan penayangan sinetron yang jumlahnya berjubel.



Artikel Calonarang Khas Bali


Cerita (Arja) Kodok...Teater Rakyat Kisah Berbeda...ADA tokoh dongeng (satua) bernama I Godogan. Nama itu memberitahu kita tentang beberapa hal.

Pertama, ia adalah lelaki. Huruf ''I'' di depan nama itu adalah penanda jenis kelamin lelaki menurut konvernsi bahasa dan budaya Bali. Kedua, ia lahir dalam keluarga keturunan non triwangsa menurut startifikasi sosio-historis masyarakat Bali. Ketiga, ia diidentifikasi dengan kodok, alias manusia kodok.

Kata godogan dalam bahasa Bali berpadanan dengan kata kodok dalam bahasa Indonesia. Bedanya, godogan secara fisik lebih besar dari kodok.



IDENTIFIKASI pada umumnya terjadi berdasarkan persamaan-persamaan yang ada. Misalnya, berdasarkan persamaan bentuk lahiriah, karena persamaan watak, dan persamaan sifat. Hanya berdasarkan nama I Godogan itu saja, kita belum bisa mengetahui apakah ia seekor kodok yang diorangkan, atau ia adalah orang yang dikodokkan. Keduanya berbeda, yang pertama adalah kodok. Yang kedua adalah orang. Oleh karena itu, ceritanya mesti diikuti bila ingin tahu lebih jauh.

TERNYATA dalam versi cerita yang saya pernah dengar, hubungan identifikasi itu jauh lebih kompleks lagi. Pada mulanya konon ada manusia, sepasang suami istri, yang entah karena bermimpi apa dalam tidurnya, akhirnya mendapatkan anak berupa seekor kodok dari kandungan sang istri. Bentuk lahiriahnya benar-benar kodok. Batiniahnya lebih orang daripada orang kebanyakan.

Ia berbicara sebagaimana manusia umumnya. Ia punya sifat benar-benar manusia yang berbudi. Berbudi itulah kelebihannya daripada manusia pada umumnya. Kodok itu membujuk orang tuanya meminang putri raja untuk dijadikan istrinya. Tentu saja kedua orang tuanya pusing tujuh keliling. Mana mungkin Tuan Putri, terutama Baginda Raja, akan menerima pinangnya. Jangankan untuk bisa memasuki istana raja, di depan gerbang saja barangkali mereka akan diusir oleh para pecalang. Diusir belum seberapa. Bagaimana kalau mereka dibunuh karena dianggap melecehkan darah biru keluarga raja itu? Bagaimana kalau putera mereka yang kodok itu dimutilasi dan mayatnya dibuang ke empat penjuru jagat?

BEGITULAH awal kisahnya. Orang tua manusia kodok itu tahu keinginan anaknya sungguh berisiko nyawa. Tapi namanya anak semata wayang, kalau tidak dituruti kehendaknya barangkali ia akan bunuh diri. Dugaan mereka tidak salah, manusia kodok mendesak orang tuanya dengan ancaman akan pergi meninggalkan rumah, dan bahkan siap mengakhiri hidup bila tidak dipinangkan idaman hatinya.

Setelah melewati berbagai konflik cerita, yang tidak perlu diceritakan panjang lebar di sini, singkat cerita kedua orang tua itu berhasil menikahkan putera-kodoknya dengan Tuan Putri. Pernikahan berlangsung dengan dewasaksi. Tidak jelas saya ingat, apakah dalam pernikahan langkah itu ada manusasaksi. Yang saya ingat, pernikahan itu nampaknya sangat direstui oleh para Dewa. Alam pun seperti girang menyambut pasangan langka itu. Terbukti kodok itu kemudian berubah wujud lahiriah menjadi manusia pada malam pertamanya. Ia bahkan manusia dari jenis pangeran yang lebih dari sekadar manusia pada umumnya.

ITULAH CONTOH identifikasi yang kompleks antara manusia dengan kodok, atau antara kodok dengan manusia. Guru bahasa Indonesia di sekolah menjelaskan bahwa, kodok yang diorangkan disebut gaya personifikasi. Tapi kalau kita ikuti juga ceritanya, hubungan kodok itu dengan manusia jauh lebih kompleks dari apa yang dimengerti anak-anak sekolahan tentang gaya personifikasi. Ia bukan sekadar kodok yang diorangkan, tapi ia adalah roh manusia yang dikodokkan kemudian kembali dimanusiakan, bahkan dimanusia-superkan.

ITU BARU masalah identifikasi yang kompleks. Dalam dongeng I Godongan yang berasal dari cerita Panji yang berasal dari Jawa itu (ingat cerita Pangeran Kodok) terkandung kekompleksan lain. Misalnya, alur cerita Panji yang umumnya sangat standar, yaitu perpisahan dua kekasih yang kemudian bersatu kembali, disisipi motif kekuatan Bhatari Durga dalam wujud pradhana, yaitu Tuan Puteri. Persatuan manusia kodok (purusha) dengan pradhana itu menyebabkan terjadinya keajaiban di luar logika. Misalnya, terjadinya perubahan wujud.

Masih ada kekomplekan lain dari dongeng sederhana dan merakyat itu, yang tentu saja tidak akan dibicarakan di sini. Yang jelas dongeng itu memberitahu kita tentang beberapa hal. Salah satunya, bahwa perubahan bentuk lahiriah bisa dan sangat mungkin terjadi tanpa harus mengikuti perubahan yang terjadi pada aspek batinian. Manusia kodok hanya berubah secara fisik. Psikisnya tetap manusia berbudi.

KENYATAAN itu sulit dipahami, karena dalam persepsi umum perubahan bentuk biasanya mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi pada aspek watak. Misalnya, orang yang wataknya menyerupai raksasa, maka bentuk lahiriahnya akan perlahan-lahan menyerupai raksasa yang seram dan buram. Manakala watak raksasa itu berhasil dientaskan, maka wajahnya kembali seperti manusia umumnya. Orang yang sifatnya menyerupai Bhutakala, maka wajahnya pun digambarkan seperti Bhutakala. Orang wataknya seperti ular, bentuk fisiknya disamakan dengan ular. Demikian seterusnya. Mereka kembali menjadi manusia bila terjadi perubahan mendasar pada watak. Tapi dalam dongeng I Godogan, perubahan fisik itu sama sekali tidak berkaitan dengan aspek batiniah. Secara batiniah ia orang, secara lahiriah ia kodok. Fisiknya berubah bukan karena batinnya berubah, tapi karena bertemu dengan shakti-nya.

APA YANG ingin disampaikan oleh dongeng itu? Yang kita punya hanya sejumlah dugaan. Dan apa pun dugaan itu, kembali pada masing-masing orang yang menyimak ceritanya.

Entah siapa seniman penggagasnya, pada periode 70-an sangat populer bentuk teater Arja yang mengisahkan cerita I Godogan. Sesuai dengan cerita garapannya, teater rakyat itu pun disebut Arja Godogan.

DI TABANAN, arja sebagai bentuk teater rakyat juga sangat populer pada masanya. Salah satu kelompok Arja Godogan yang punya nama pada masanya adalah kelompok arja dari Desa Dadakan, Kediri. Belakangan bentuk teater itu jarang tampil di desa-desa. Nama sekaa arja itu pun kemudian dikenal oleh generasi baru dari, misalnya, event Pesta Kesenian Bali. Atau, kalau ada festival teater rakyat sejenisnya. Teater rakyat ini sudah berpindah dari kalangan (arena tempat pementasan teater) yang dulunya cukup di jalan desa, ke panggung-panggung festival. Namun demikian, arja Godogan bukan satu-satunya arja di Tabanan. Pada masanya juga sangat terkenal kelompok Arja Mereng dari Desa Darma, Rianggede. Masa itu rupanya sudah berlalu. Jika sekarang ada sekelompok seniman hendak membangkitkan kembali bentuk teater rakyat itu, dan jika berhasil, maka teater itu akan memasuki zaman baru. Tentu akan berbeda lagi kisahnya.

Arja Godogan


Cerita (Arja) Kodok...Teater Rakyat Kisah Berbeda...ADA tokoh dongeng (satua) bernama I Godogan. Nama itu memberitahu kita tentang beberapa hal.

Pertama, ia adalah lelaki. Huruf ''I'' di depan nama itu adalah penanda jenis kelamin lelaki menurut konvernsi bahasa dan budaya Bali. Kedua, ia lahir dalam keluarga keturunan non triwangsa menurut startifikasi sosio-historis masyarakat Bali. Ketiga, ia diidentifikasi dengan kodok, alias manusia kodok.

Kata godogan dalam bahasa Bali berpadanan dengan kata kodok dalam bahasa Indonesia. Bedanya, godogan secara fisik lebih besar dari kodok.



IDENTIFIKASI pada umumnya terjadi berdasarkan persamaan-persamaan yang ada. Misalnya, berdasarkan persamaan bentuk lahiriah, karena persamaan watak, dan persamaan sifat. Hanya berdasarkan nama I Godogan itu saja, kita belum bisa mengetahui apakah ia seekor kodok yang diorangkan, atau ia adalah orang yang dikodokkan. Keduanya berbeda, yang pertama adalah kodok. Yang kedua adalah orang. Oleh karena itu, ceritanya mesti diikuti bila ingin tahu lebih jauh.

TERNYATA dalam versi cerita yang saya pernah dengar, hubungan identifikasi itu jauh lebih kompleks lagi. Pada mulanya konon ada manusia, sepasang suami istri, yang entah karena bermimpi apa dalam tidurnya, akhirnya mendapatkan anak berupa seekor kodok dari kandungan sang istri. Bentuk lahiriahnya benar-benar kodok. Batiniahnya lebih orang daripada orang kebanyakan.

Ia berbicara sebagaimana manusia umumnya. Ia punya sifat benar-benar manusia yang berbudi. Berbudi itulah kelebihannya daripada manusia pada umumnya. Kodok itu membujuk orang tuanya meminang putri raja untuk dijadikan istrinya. Tentu saja kedua orang tuanya pusing tujuh keliling. Mana mungkin Tuan Putri, terutama Baginda Raja, akan menerima pinangnya. Jangankan untuk bisa memasuki istana raja, di depan gerbang saja barangkali mereka akan diusir oleh para pecalang. Diusir belum seberapa. Bagaimana kalau mereka dibunuh karena dianggap melecehkan darah biru keluarga raja itu? Bagaimana kalau putera mereka yang kodok itu dimutilasi dan mayatnya dibuang ke empat penjuru jagat?

BEGITULAH awal kisahnya. Orang tua manusia kodok itu tahu keinginan anaknya sungguh berisiko nyawa. Tapi namanya anak semata wayang, kalau tidak dituruti kehendaknya barangkali ia akan bunuh diri. Dugaan mereka tidak salah, manusia kodok mendesak orang tuanya dengan ancaman akan pergi meninggalkan rumah, dan bahkan siap mengakhiri hidup bila tidak dipinangkan idaman hatinya.

Setelah melewati berbagai konflik cerita, yang tidak perlu diceritakan panjang lebar di sini, singkat cerita kedua orang tua itu berhasil menikahkan putera-kodoknya dengan Tuan Putri. Pernikahan berlangsung dengan dewasaksi. Tidak jelas saya ingat, apakah dalam pernikahan langkah itu ada manusasaksi. Yang saya ingat, pernikahan itu nampaknya sangat direstui oleh para Dewa. Alam pun seperti girang menyambut pasangan langka itu. Terbukti kodok itu kemudian berubah wujud lahiriah menjadi manusia pada malam pertamanya. Ia bahkan manusia dari jenis pangeran yang lebih dari sekadar manusia pada umumnya.

ITULAH CONTOH identifikasi yang kompleks antara manusia dengan kodok, atau antara kodok dengan manusia. Guru bahasa Indonesia di sekolah menjelaskan bahwa, kodok yang diorangkan disebut gaya personifikasi. Tapi kalau kita ikuti juga ceritanya, hubungan kodok itu dengan manusia jauh lebih kompleks dari apa yang dimengerti anak-anak sekolahan tentang gaya personifikasi. Ia bukan sekadar kodok yang diorangkan, tapi ia adalah roh manusia yang dikodokkan kemudian kembali dimanusiakan, bahkan dimanusia-superkan.

ITU BARU masalah identifikasi yang kompleks. Dalam dongeng I Godongan yang berasal dari cerita Panji yang berasal dari Jawa itu (ingat cerita Pangeran Kodok) terkandung kekompleksan lain. Misalnya, alur cerita Panji yang umumnya sangat standar, yaitu perpisahan dua kekasih yang kemudian bersatu kembali, disisipi motif kekuatan Bhatari Durga dalam wujud pradhana, yaitu Tuan Puteri. Persatuan manusia kodok (purusha) dengan pradhana itu menyebabkan terjadinya keajaiban di luar logika. Misalnya, terjadinya perubahan wujud.

Masih ada kekomplekan lain dari dongeng sederhana dan merakyat itu, yang tentu saja tidak akan dibicarakan di sini. Yang jelas dongeng itu memberitahu kita tentang beberapa hal. Salah satunya, bahwa perubahan bentuk lahiriah bisa dan sangat mungkin terjadi tanpa harus mengikuti perubahan yang terjadi pada aspek batinian. Manusia kodok hanya berubah secara fisik. Psikisnya tetap manusia berbudi.

KENYATAAN itu sulit dipahami, karena dalam persepsi umum perubahan bentuk biasanya mengikuti perubahan-perubahan yang terjadi pada aspek watak. Misalnya, orang yang wataknya menyerupai raksasa, maka bentuk lahiriahnya akan perlahan-lahan menyerupai raksasa yang seram dan buram. Manakala watak raksasa itu berhasil dientaskan, maka wajahnya kembali seperti manusia umumnya. Orang yang sifatnya menyerupai Bhutakala, maka wajahnya pun digambarkan seperti Bhutakala. Orang wataknya seperti ular, bentuk fisiknya disamakan dengan ular. Demikian seterusnya. Mereka kembali menjadi manusia bila terjadi perubahan mendasar pada watak. Tapi dalam dongeng I Godogan, perubahan fisik itu sama sekali tidak berkaitan dengan aspek batiniah. Secara batiniah ia orang, secara lahiriah ia kodok. Fisiknya berubah bukan karena batinnya berubah, tapi karena bertemu dengan shakti-nya.

APA YANG ingin disampaikan oleh dongeng itu? Yang kita punya hanya sejumlah dugaan. Dan apa pun dugaan itu, kembali pada masing-masing orang yang menyimak ceritanya.

Entah siapa seniman penggagasnya, pada periode 70-an sangat populer bentuk teater Arja yang mengisahkan cerita I Godogan. Sesuai dengan cerita garapannya, teater rakyat itu pun disebut Arja Godogan.

DI TABANAN, arja sebagai bentuk teater rakyat juga sangat populer pada masanya. Salah satu kelompok Arja Godogan yang punya nama pada masanya adalah kelompok arja dari Desa Dadakan, Kediri. Belakangan bentuk teater itu jarang tampil di desa-desa. Nama sekaa arja itu pun kemudian dikenal oleh generasi baru dari, misalnya, event Pesta Kesenian Bali. Atau, kalau ada festival teater rakyat sejenisnya. Teater rakyat ini sudah berpindah dari kalangan (arena tempat pementasan teater) yang dulunya cukup di jalan desa, ke panggung-panggung festival. Namun demikian, arja Godogan bukan satu-satunya arja di Tabanan. Pada masanya juga sangat terkenal kelompok Arja Mereng dari Desa Darma, Rianggede. Masa itu rupanya sudah berlalu. Jika sekarang ada sekelompok seniman hendak membangkitkan kembali bentuk teater rakyat itu, dan jika berhasil, maka teater itu akan memasuki zaman baru. Tentu akan berbeda lagi kisahnya.

Kode POS Seluruh Kecamatan dan Kabupaten di Bali

Senin, 06 Mei 2013
Informasi kode pos kecamatan seluruh kabupatendi baliKantor CamatDenpasar Timur – Jalan W.R. Supratman No. 183 Denpasar Kode Pos 80237 Telp. 224126
Kantor Camat Denpasar Barat – Jalan Gunung Agung Denpasar Kode Pos 80223 Telp. 0361-416295
Kantor Camat Denpasar Selatan – Jalan Raya Sesetan No. 256 Denpasar Telp. 720089 Kode Pos 80223
Kota Denpasar
- Kel. Dauh PuriKaja- Kel. Dauh Puri Kangin
- kel. Dauh Puri Kauh
- Kel. Dauh Puri Klod
- Kel. Dauh Puri
- Kel. Padangsambian Kaja
- Kel. Padangsambian Klod
- Kel. Padangsambian
- Kel. Peguyangan
- Kel. Peguyangan Kangin
- Kel. Peguyangan Kaj
- Kel. Pemecutan Kaja
- Kel. Pemecutan Klod
- Kel. Pemecutan
- Kel. Ubung Kaja
- Kel. Ubung
Kode Pos  80111Kode Pos  80112
Kode Pos  80113
Kode Pos  80114
Kode Pos  80113
Kode Pos  80117
Kode Pos  80117
Kode Pos  80117
Kode Pos  80115
Kode Pos  80115
Kode Pos  80115
Kode Pos  80118
Kode Pos  80119
Kode Pos  80119
Kode Pos  80116
Kode Pos  80116

Kecamatan Denpasar Selatan
- Kel. Panjer- Kel. Pedungan
- Kel. Pemogan
- Kel. Renon
- Kel. Sanur Kaja
- Kel. Sanur Kauh
- Kel. Sanur
- Kel. Serangan
- Kel. Sesetan
- Kel. Sidakarya
Kode Pos  80225Kode Pos  80222
Kode Pos  80221
Kode Pos  80226
Kode Pos  80227
Kode Pos  80227
Kode Pos  80228
Kode Pos  80229
Kode Pos  80223
Kode Pos  80224
Kecamatan Denpasar Timur
- Kel. Dangin Puri Kaja- Kel. Dangin Puri Kangin
- Kel. Dangin Puri Kauh
- Kel. Dangin Puri Klod
- Kel. Dangin Puri
- Kel. Kesiman Kertalangu
- Kel. Kesiman
- Kel. Kesiman Petian
- Kel. Penatih
- Kel. Penatih Dangin Puri
- Kel. Sumerta Kaja
- Kel. Sumerta Kauh
- Kel. Sumerta Klod
- Kel. Sumerta
- Kel. Tonja
Kode Pos  80231Kode Pos  80233
Kode Pos  80231
Kode Pos  80234
Kode Pos  80232
Kode Pos  80237
Kode Pos  80237
Kode Pos  80237
Kode Pos  80238
Kode Pos  80238
Kode Pos  80236
Kode Pos  80236
Kode Pos  80235
Kode Pos  80235
Kode Pos  80239
Kabupaten Badung
Kec. AbiansemalKec.Kuta
Kec. Mengwi
Kec. Petang
Kode Pos  80352Kode Pos  80361
Kode Pos  80351
Kode Pos  80353
Kabupaten Karangasem
Kecamatan Karang Asem
- Kel. Karangasem- Kel. Padangkerta
- Kel. Subagan
Kec. Abang
Kec. Bebandem
Kec. Kubu
Kec. Manggis
Kec. Rendang
Kec. Selat
Kec. Sidemen
Kode Pos  80811Kode Pos  80812
Kode Pos  80813
Kode Pos  80852
Kode Pos  80861
Kode Pos  80853
Kode Pos  80871.
Kode Pos  80863
Kode Pos  80862
Kode Pos  80864
Kabupaten Bangli
Kecamatan Bangli
- Kel. Bebalang- Kel. Cempaga
- Kel. Kawan
- Kel. Kubu
Kec. Kintamani
Kec. Susut
Kec. Tembuku
Kode Pos 80614Kode Pos 80612
Kode Pos 80613
Kode Pos 80611
Kode Pos 80652
Kode Pos 80661
Kode Pos 80671
Kabupaten Gianyar
Kecamatan Gianyar
- Kel. Abianbase- Kel. Beng
- Kel. Bitra
- Kel. Gianyar
- Kel. Samplangan
Kec. Blahbatu
Kec. Payangan
Kec. Sukawati
Kec. Tampaksiring
Kec. Tegallalang
Kec. Ubud
Kode Pos 80515Kode Pos 80513
Kode Pos 80514
Kode Pos 80511
Kode Pos 80512
Kode Pos  80581
Kode Pos  80572
Kode Pos  80582
Kode Pos  80552
Kode Pos  80561
Kode Pos  80571
Kabupaten Klungkung
Kecamatan Klungkung
- Kel. Semarapura Kaja- Kel. Semarapura Kangin
- Kel. Semarapura Kauh
- Kel. Semarapura Klod
- Kel. Semarapura Klod Kangin
- Kel. Semarapura Tengah
Kec. Dawan
Kec. Klungkung
Kec. Nusapenida
Kec. Banjarangkan
Kode Pos  80712Kode Pos  80716
Kode Pos  80713
Kode Pos  80714
Kode Pos  80715
Kode Pos  80711
Kode Pos  80761
Kode Pos  80751
Kode Pos  80771
Kode Pos  80752
Kabupaten Jembrana
Kecamatan Negara
- Kel. Baler Bale Agung- Kel. Banjar Tengah
- Kel. Batu Agung
- Kel. Dauh Waru
- Kel. Lelateng
- Kel. Loloan Barat
- Kel. Loloan Timur
- Kel. Pendem
Kec. Melaya
Kec. Mendoyo
Kec. Pakutatan
Kode Pos 82212Kode Pos 82213
Kode Pos 82218
Kode Pos 82217
Kode Pos 82214
Kode Pos 82215
Kode Pos 82216
Kode Pos 82211
Kode Pos 82252
Kode Pos 82261
Kode Pos 82262
Kabupaten Buleleng
Kecamatan Buleleng
- Kel. Astina- Kel. Banjar Bali
- Kel. Banjar Jawa
- Kel. Banyuasri
- Kel. Banjar Tegal
- Kel. Beratan
- Kel. Kaliuntu
- Kel. Kampung Anyar
- Kel. Kampung Baru
- Kel. Kampung Bugis
- Kel. Kampung Singaraja
- Kel. Kampung Kajanan
- Kel. Kendran
- Kel. Liligundi
- kel. Paket Agung
Kec. Banjar
Kec. Busungbiu
Kec. Grokgak
Kec. Kubutambahan
Kec. Sawan
Kec. Seririt
Kec. Sukasada
Kec. Tejakula
Kode Pos 81112Kode Pos 81113
Kode Pos 81113
Kode Pos 81116
Kode Pos 81117
Kode Pos 81119
Kode Pos 81116
Kode Pos 81115
Kode Pos 81114
Kode Pos 81115
Kode Pos 81111
Kode Pos 81114
Kode Pos 81112
Kode Pos 81119
Kode Pos 81118
Kode Pos 81152
Kode Pos 81154
Kode Pos 81155
Kode Pos 81172
Kode Pos 81171
Kode Pos 81153
Kode Pos 81161
Kode Pos 81173
Kabupaten Tabanan
Kecamatan Tabanan
- Kel. Bongan- Kel. Dajana Paken
- Kel. Dauh Peken
- Kel. Delod Peken
- Kel. Denbantas
Kec. Baturiti
Kec. Kerambilan
Kec. Marga
Kec. Penebel
Kec. Pupuan
Kec. Selemadeg
Kec. Tabanan
Kode Pos 82112Kode Pos 82114
Kode Pos 82111
Kode Pos 82113
Kode Pos 82115
Kode Pos 82191
Kode Pos 82161
Kode Pos 82181
Kode Pos 82152
Kode Pos 82163
Kode Pos 82162
Kode Pos 82151

Prediksi Skor Dortmund VS Muenchen 26 Mei 2013 Final Liga Champion

Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen 26 Mei 2013 

Prediksi Skor Jitu Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen 26 Mei 2013 - Prediksi Dortmund vs Munchen
  
Prediksi squad inti kesebelasan dari kedua tim : 

-Bayern Munchen ( 4-4-2 ) : Manuel Neuer, ( Kiper ), Dante ( Bek ), Jerome Boateng ( Bek ), Philipp Lahm ( Bek ), Holger Badstuber ( Bek ), Xherdan Shaqiri ( Gelandang ), Bastian Schweinsteiger ( Gelandang ), Franck Ribéry ( Gelandang ), Arjen Robben ( Gelandang ), Mario Mandzukic ( Striker ), Claudio Pizarro ( Striker ).

-Borussia Dortmund ( 4-4-2 ) : Roman Weidenfeller, ( Kiper ) , Mats Hummels ( Bek ) , Marcel Schmelzer ( Bek ), Neven Subotic ( Bek ), Lukasz Piszczek ( Bek ), Ilkay Gündogan ( Gelandang ), Jakub Blaszczykowski ( Gelandang ) , Nuri Sahin ( Gelandang ), Mario Gotze ( Gelandang ), Marco Reus ( Striker ), Robert Lewandowski ( Striker ). 


Bursa Pasar Taruhan Bola
 Borussia Dortmund     0       :    1    Bayern Muenchen 

 Pertandingan final liga champions antara Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen akan disiarkan di SCTV pukul 02.30 WIB pada tanggal 26 mei 2013.

Cara Mudah Berbagi Data dengan Kabel RJ - 45


Menghubungkan 2 Komputer Dengan Kabel LAN (UTP)


Menghubungkan 2 Komputer Dengan Kabel LAN (UTP) | Tips menghubungkan beberapa komputer ini sangat cocok dan bisa dibuat untuk membuka usaha Warnet. Dan jika di rumah anda kebetulan juga mempunyai  2 buah komputer atau sebuah laptop dan sebuah PC, maka anda bisa menghubungkan dua perangkat tersebut untuk sharing (berbagi), bisa sharing file, printer, atau modem. Yang anda perlukan adalah sebuah kabel LAN (UTP : Unshielded Twisted Pair). Anda bisa beli kabel yang sudah jadi di toko komputer, minggu lalu saya sempat tanya harga kabel UTP merk AMP dengan panjang 1,5 meter sekitar rp. 40 ribu atau lebih.

Menghubungkan 2 Komputer Dengan Kabel LAN (UTP)

Membuat kabel UTP

Anda tinggal beli kabel UTP (category 5 atau 5e) dan sepasang connector RJ 45 (Registered Jack 45). Selain itu diperlukan tang UTP atau ada yang menyebut tang crimping. Kabel UTP bisa memakai merk AMP atau Belden, tapi hati-hati karena di pasaran juga beredar produk palsu. Harga per meter sekitar 3000 rupiah. Sedangkan harga RJ-45 per bijinya sekitar 1500 rupiah. Sedangkan tang crimping harganya sekitar 50 ribu rupiah (kalau dirasa kemahalan bisa pinjam dari teman).

Sekarang mari kita bahas susunan kabel yang digunakan. Untuk menghubungkan 2 komputer atau laptop diperlukan susunan kabel Cross-Over (atau Cross) sebagai berikut:

Ujung I :
P/O – O – P/H – B – P/B – H – P/C – C.

Ujung II :
P/H – H – P/O – B – P/B – O – P/C – C.

Keterangan :
P/O = Putih Orange. O = Orange. P/H = Putih Hijau. B = Biru. P/B = Putih Biru. H = Hijau. P/C = Putih Coklat. C = Coklat.

Bisa anda lihat, sebenarnya yang dipakai hanyalah 4 jalur saja yakni jalur 1,2,3,6. Jalur 1,2 dipakai untuk transmit/kirim; sedangkan jalur 3,6 dipakai untuk receive/terima.

Setelah anda mengatur urutan kabel sesuai dengan susunan tersebut, selanjutnya rapikan ujungnya (bisa dengan gunting atau tang crimping) dan masukkan ke dalam connector RJ 45. Perhatikan saat memasukkan kabel, posisi kaitan (hook) pada connector RJ 45 harus berada di bawah. Usahakan ada sedikit bagian dari kulit kabel UTP yang ikut masuk ke connector RJ 45 (supaya lebih kuat, tidak mudah goyang). Setelah itu jepitlah ujung connector menggunakan tang crimping (proses terminasi).

Setelah kedua ujung kabel di-terminasi, selanjutnya tancapkan masing-masing ujung ke port LAN card yang ada di PC atau notebook. Langkah berikutnya adalah melakukan setting IP Address.

Setting Alamat IP (IP Address)

Buka menu Control Panel Windows anda (Start > Control Panel). Lalu pilih icon Network Connections. Setelah itu pilih Local Area Connection (klik-kanan > Properties). Lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP), dan tekan tombol Properties.

Menghubungkan 2 Komputer Dengan Kabel LAN (UTP)

Di bagian IP Address, masukkan : 192.168.1.1. Lalu tekan TAB, otomatis Subnet Mask akan berisi 255.255.255.0. Sedangkan untuk komputer pasangannya, berikan IP Address 192.168.1.2. IP Address yang berada dalam range 192.168.0.0 – 192.168.255.255 umum digunakan dalam private network atau Local Area Network (LAN). Jadi, anda bisa saja memberikan alamat 192.168.2.1 dan 192.168.2.10 pada dua komputer yang anda hubungkan. Asalkan masih dalam satu segmen, maka masih bisa saling mengenal. 

Untuk mengetahui apakah komputer berada dalam satu segmen - bisa dilihat dari 3 angka awal diantara titik (192.168.2). Sehingga anda tidak boleh memberikan alamat yang berbeda segmen, misal 192.168.1.1 dengan 192.168.2.2. Pada jaringan yang besar, dimana terdapat beberapa segmen jaringan, dibutuhkan sebuah router untuk menjembatani antar segmen sehingga bisa saling berhubungan.

Berbagi file (File Sharing)

Misalkan komputer dengan nama (hostname) A dan IP Address 192.168.1.1 memiliki sebuah folder bernama DATA yang berisi dokumen Word dan Excel, hendak dibagi pakai dengan komputer B (IP Address 192.168.1.2), maka langkah-langkahnya adalah :

1. Di komputer A, masuk ke My Computer atau Windows Explorer
2. Cari folder bernama DATA, lalu klik kanan di folder tersebut
3. Pilih Sharing and Security
4. Jika muncul kotak dialog Network sharing and security, maka klik tulisan “If you understand the security risks…dst... lalu pilih "Just enable file sharing"
5. Klik "Share this folder on the network"
6. Beri nama (share name), misalnya : DATA
7. Klik tombol OK. Selesai.

Selanjutnya dari komputer B jika ingin mengakses isi folder DATA yang ada di komputer A : Buka Windows Explorer, lalu di Address Bar ketikkan \\A maka akan tampil folder DATA. Jika tidak berhasil, maka ketikkan IP Address komputer A (\\192.168.1.1).

Berbagi printer (Printer Sharing)

Demikian juga untuk printer sharing, langkahnya:
1. Di komputer A, masuk ke Control Panel > Printers and Faxes
2. Pilih printer yang hendak di share. Klik kanan dan pilih Sharing
3. Lalu pilih Share this printer, dan berikan share name

Kemudian dari komputer B : Buka Windows Explorer, lalu di Address Bar ketikkan \\A. Jika tidak berhasil, maka ketikkan IP Address komputer A (\\192.168.1.1). Maka akan tampil nama printer yang sudah dishare tadi. Klik-kanan di printer tersebut lalu pilih Connect. Jika muncul pertanyaan, tekan tombol Yes

KUMPULAN TARIAN SULAWESI (LENGKAP!!!)

Jumat, 03 Mei 2013

-Tari Maengket

Maengket adalah paduan dari sekaligus seni tari, musik dan nyanyi, serta seni sastra yang terukir dalam lirik lagu yang dilantunkan. Sejumlah pengamat kesenian bahkan
melihat maengket sebagai satu bentuk khas sendratari berpadu opera. Apapun, maengket memang merupakan sebuah adikarya kebudayaan puncak yang tercipta melalui proses panjang penyempurnaan demi penyempurnaan.
Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian terutama menanam padi di ladang. Kalau dulu nenek moyang Minahasa,
maengket hanya dimainkan pada waktu panen padi dengan gerakan-gerakan yang hanya sederhana, maka sekarang tarian maengket telah berkembang teristimewa bentuk dan tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syair/sastra lagunya.
Maengket terdiri dari 3 babak, yaitu :
- Maowey Kamberu
- Marambak – Lalayaan. Maowey Kamberu adalah